ARTIKEL

23 January 2024       
Apakah PCOS pada Wanita Berbahaya Jika Tidak Diobati?

Shutterstock
Apakah PCOS pada Wanita Berbahaya Jika Tidak Diobati?

PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) adalah kondisi gangguan hormonal pada wanita. Kondisi ini biasanya ditandai dengan siklus menstruasi yang tidak teratur, pertumbuhan rambut berlebihan, dan masalah kesuburan. Jika dibiarkan, PCOS dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

 

 

Berbahaya atau Tidak?


Hormon progesteron dan estrogen adalah dua jenis hormon yang sangat penting untuk tubuh wanita. Wanita yang tidak memiliki kadar kedua hormon ini dalam jumlah yang seimbang maka bisa tidak mengalami tanda tanda ovulasi. Organ reproduksi akan berhenti atau gagal memproduksi sel telur sehingga tidak ada proses pembuahan setelah berhubungan intim. Keseimbangan hormon ini juga bisa menyebabkan masalah penyakit lain yang tidak berhubungan dengan reproduksi atau berhubungan dengan reproduksi. Jadi PCOS yang tidak diobati bisa sangat berbahaya untuk wanita.

Berikut ini bukti bahwa PCOS itu berbahaya jika tidak diobati.

1. Gangguan reproduksi


PCOS bisa menyebabkan pertumbuhan kista yang kecil dan sangat banyak pada ovarium. Kista ini menjadi kantung-kantung kecil yang berisi cairan. Jika kista terus bertambah banyak maka bisa membuat ukuran rahim menjadi sangat besar. Gangguan ini akan membuat keseimbangan hormon menjadi lebih terganggu. Langkah pengobatan kista ovarium sangat diperlukan agar ovarium bisa sehat lagi.

2. Sulit hamil


PCOS yang lama tidak diobati juga bisa menyebabkan wanita sulit hamil. Terlebih PCOS terjadi di saat masih usia subur yang seharusnya perempuan bisa menghasilkan sel telur yang berkualitas. Karena gangguan pada keseimbangan hormon maka bisa menjadi penyebab haid tidak teratur. Artinya akan sangat sulit untuk mengukur kapan masa subur dan kapan tidak. Haid pada penderita PCOS terkadang sangat lama misalnya lebih dari 3 bulan baru haid satu kali kemudian beberapa bulan kemudian tidak haid. Inilah yang membuat penderita PCOS akan sulit hamil.

3. Pertumbuhan rambut dan gangguan kulit


PCOS juga bisa menyebabkan wanita memiliki rambut yang sangat banyak pada area wajah. Ini bisa membuat rambut di bawah telinga tumbuh lebat. Kemudian bagian atas bibir juga akan tumbuh rambut sehingga terlihat seperti memiliki kumis. Masalah lainnya adalah hormon yang tidak seimbang bisa memicu jerawat yang sangat banyak. Ini bisa menyebabkan depresi dan merasa tidak percaya diri.

4. Obesitas


PCOS bisa menyebabkan wanita usia subur mengalami obesitas. Kondisi ini biasanya tidak berlangsung secara mendadak sehingga diawali dengan gejala. Akibat gangguan keseimbangan hormon maka bisa menyebabkan nafsu makan meningkat dengan cepat. Keinginan untuk mengkonsumsi minuman dengan rasa manis dan mengandung kafein juga sangat tinggi. Dan inilah yang memicu masalah lain dari sulit hamil sehingga terpaksa harus memilih proses bayi tabung agar bisa hamil.

(Foto via blibli)

 

5. Resiko penyakit diabetes di usia muda


Penderita PCOS yang tidak dirawat kebanyakan juga akan menderita diabetes di usia yang masih sangat muda. Hal ini sebenarnya terjadi karena kondisi hormon yang tidak seimbang sering menyebabkan tubuh mengalami resistensi insulin. Akibatnya penderita memiliki nafsu makan yang berlebihan dan kemudian bisa mendapatkan gula yang sangat banyak.

6. Resiko penyakit jantung


Kadar hormon yang tidak seimbang memiliki dampak yang sangat besar untuk kesehatan jantung. Hal ini bisa terjadi karena hormon ini bisa membuat kesehatan jantung lebih baik terutama untuk mencegah peradangan pada jantung. Gangguan pada jantung di usia muda ini juga bisa diakibatkan oleh kolesterol akibat pola makan yang tidak sehat. Karena itu bisa dikenali dengan gejala seperti jantung berdebar, nyeri pada area dada dan tekanan darah tinggi.

7. Depresi


Depresi bisa menjadi bahaya PCOS terutama ketika penderita tahu penyakit ini setelah menikah. Depresi bisa dipicu oleh tuntutan untuk memiliki keturunan sementara tubuh tidak mendukung. Kemudian depresi juga bisa dipicu oleh keseimbangan hormon yang terganggu. Gangguan pada hormon ini biasanya juga menyebabkan peningkatkan hormon stres sehingga terkadang membuat emosi naik turun dengan cepat.

8. Rambut rontok


Pengaruh keseimbangan hormon juga bisa menyebabkan rambut menjadi lebih tipis. Semua diawali dengan rambut rontok dari sedikit sampai sangat banyak. Pemicunya adalah tubuh tidak memiliki hormon yang seimbang sehingga cenderung menyebabkan akar rambut menjadi tidak kuat. Ini biasanya muncul ketika tubuh sering merasakan gejala keringat berlebihan dan tubuh terasa panas.

9. Menopause dini


PCOS yang tidak diobati juga bisa memicu menopause dini. Kondisi ini sangat berbahaya untuk perempuan yang belum menikah. Ini juga yang akan membuat wanita menjadi depresi. Jika terjadi menopause dini maka akan ditandai dengan haid yang tidak teratur, tidak haid dalam waktu lama, keringat berlebihan, tubuh panas, mudah emosi, tubuh lelah dan sakit pada persendian.



Cara Mengatasi PCOS


Cara mengatasi PCOS umumnya tergantung dari beberapa faktor, antara lain usia, derajat keparahan gejala yang dialami, kondisi kesehatan pasien secara umum, dan rencana pasien dalam memiliki momongan. Beberapa cara mengatasi PCOS yang bisa dilakukan adalah:

Rutin Berolahraga

Cara mengatasi PCOS yang pertama adalah dengan rutin berolahraga. Dalam hal ini, olahraga bermanfaat untuk mengendalikan kadar gula darah, kolesterol, dan hormon insulin dalam tubuh. Selain itu, olahraga juga dapat membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan suasana hati, dan menjaga pola tidur. Penderita disarankan untuk memulainya dengan olahraga intensitas ringan secara rutin.

Mengkonsumsi Suplemen

Mengonsumsi suplemen juga bisa menjadi cara mengatasi PCOS, terutama untuk mengontrol gejala yang sering muncul. Beberapa jenis suplemen yang disarankan bagi penderita PCOS antara lain omega-3, selenium, vitamin B kompleks, D, dan D kompleks.

Meski begitu, efektivitas vitamin tersebut dalam mengatasi PCOS masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Jadi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum memutuskan untuk mengonsumsi vitamin atau obat apapun.

Selalu terapkan dan jaga pola makan yang sehat (Foto: Shutterstock)

 

Menjaga Pola Makan Sehat

Gaya hidup sehat cukup penting untuk mengatasi PCOS, itulah mengapa penderita harus memerhatikan pola makannya sehari-hari.

Penderita PCOS umumnya memiliki kadar insulin tinggi atau disebut juga dengan hiperinsulinemia. Hal ini terjadi karena adanya resistensi insulin dalam tubuh sehingga hormon insulin terus diproduksi untuk menjaga keseimbangan kadar gula darah. Hiperinsulinemia kemudian mendorong produksi hormon androgen dari ovarium.

Apabila kondisi ini terus berlanjut karena kebiasaan mengonsumsi makanan yang kurang sehat, maka hal tersebut dapat meningkatkan risiko komplikasi berupa diabetes.

Maka dari itu, cobalah mengarungi jenis makanan tinggi karbohidrat dan gula, seperti roti putih, nasi putih, dan minuman bersoda, serta mulai memperbanyak asupan sayur, buah, dan protein tanpa lemak.

Menjaga Berat Badan Ideal

Perlu diketahui bahwa penderita PCOS dengan berat badan berlebih cenderung mempunyai risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan metabolik lainnya. Itulah alasan mengapa menjaga berat badan ideal menjadi salah satu cara mengatasi PCOS dan mengurangi risiko munculnya komplikasi.

Menerapkan Pola Tidur Sehat

Gaya hidup sehat tak cukup jika hanya berolahraga secara rutin dan menjaga pola makan sehat. Agar lebih optimal, terapkan pula pola tidur yang baik sebagai salah satu cara mengatasi PCOS. Cobalah meningkatkan kualitas tidur dengan menerapkan jam tidur yang teratur, setidaknya 7–9 jam per hari dan menghindari makan sebelum tidur, terutama makanan tinggi lemak.

Terapi bedah

Bila semua pilihan terapi lain dianggap tidak efektif, maka terapi bedah dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki kesuburan dan kualitas hidup pasien secara keseluruhan. Salah satu pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah prosedur laparoskopi dengan melakukan “drilling” pada ovarium untuk memperbaiki keseimbangan hormon sehingga membantu memicu terjadinya ovulasi atau pelepasan sel telur.

Penting bagi wanita untuk mengenali gejala-gejala PCOS sejak dini untuk mencegah adanya komplikasi. Jika mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada PCOS, segera kunjungi Dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.



 

Ayo hidup sehat!

Sumber:Diolah dari berbagai sumber


dilihat : 1297x

Kembali